Rainbow Text - http://www.myrainbowtext.com
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Cari Situs:
Powered by: MesinPencari.com
Google

Selasa, 05 Februari 2008

Mengakali Akses Internet Agar Murah


Onno W. Purbo






Mungkin sebagian besar dari kita
sudah mengetahui tentang keberadaan WARNET di banyak tempat di Indonesia. Pada
hari ini menurut data yang terdaftar di http://www.natnit.net
jumlah Warnet di seluruh Indonesia sekitar 1200 buah dengan konsentrasi 600-an
buah di Jakarta saja. Perkiraan kasar, kemungkinan besar jumlah WARNET yang ada
melebihi 1200-an tsb karena setiap hari paling tidak ada 4-10 warnet yang
mendaftar ke natnit.net demikian laporan rekan Chacha salah seorang direktur
natnit.net.






Sebetulnya konsep dasar dari
WARNET adalah menggunakan secara bersama-sama sebuah saluran / pipa ke Internet
yang kemudian di bebankan kepada pengguna WARNET sehingga biaya secara keseluruhan
menjadi murah. Sebagai gambaran, biaya telepon lokal dan ISP per jam adalah
sekitar Rp. 10.000 / jam. Sebuah WARNET yang menggunakan satu buah saluran
telepon untuk akses secara bersama lima (5) buah komputer maka sebetulnya biaya
yang di tanggung setiap komputer-nya adalah Rp. 2000 / komputer / jam. Dengan
tarif Rp. 5000 / komputer / jam sudah cukup lumayan untuk mengembalikan modal
komputer tersebut dalam waktu satu tahun maupun menggaji operator WARNET tsb.
Bayangkan jika sebuah WARNET dengan 40-100 komputer maka bisa dibayangkan
berapa keuntungan yang bisa diperoleh dengan tarif Rp. 5000 / jam tadi – oleh
karena itu tidak aneh jika WARNET yang menggunakan banyak sekali komputer akan
mampu untuk menekan biaya dengan murah sekali.






Apakah konsep WARNET ini terbatas
pada WARNET yang kita kenal selama ini? Dalam sebuah ruangan beberapa buah
komputer tersambung dalam sebuah LAN. Jawabnya sangat sederhana & singkat –
TIDAK – konsep WARNET tidak di batasi pada pola sederhana seperti itu.
Diskusi-diskusi banyak dilakukan di mailing list asosiasi-warnet@egroups.com.





Pada dasarnya dari sisi peralatan yang dibutuhkan adalah komputer yang
tersambung dalam LAN, sebuah server yang bisa juga di ganti dengan peralatan
Internet Sharing Server (ISS) agar memudahkan operator yang belum mengenal
komputer yang tersambung ke peralatan telekomunikasi yang biasanya berupa modem
dan telepon. Konsep ini bisa saja kita implementasikan di kantor-kantor,
sekolah, madrasah, pesantren, lembaga penelitian, perguruan tinggi agar banyak
orang dapat mengakses secara bersama-sama Internet dengan biaya murah. Semakin
banyak orang yang bersama mengakses akan semakin murah biayanya. Di UNPAR biaya
/ mahasiswa adalah Rp. 4300 / bulan / mahasiswa. Di SMKN1 Ciamis untuk e-mail
biaya per siswa adalah Rp. 1000 / siswa / bulan untuk akses e-mail.






Dari sisi peralatan dan metoda
akses juga bisa sangat beragam sekali tergantung kebutuhan dan kejelian kita.
Misalnya di beberapa tempat di Jakarta yang memiliki akses kabelvision, mereka
dapat menggunakan cable modem kecepatan 64-300-an Kbps untuk akses Internet
menggantikan telepon milik Telkom. Beberapa WARNET di Bandung, Surabaya, Jogya,
Malang dll. yang tergabung pada Koperasi Warnet Indonesia (kowari@egroups.com) saat ini bahkan
memasang stasiun bumi sendiri untuk akses Internet ke satelit internasional
berkecepatan tinggi 1Mbps-an dan menggunakan microwave 2-11Mbps untuk di
sebarkan ke WARNET & anggota lainnya. Sewa satelit internasional yang
sekitar US$5000-an / bulan menjadi murah jika di bayar oleh 10-20-an WARNET
secara bersama-sama. Beberapa teman & WARNET di Bogor sudah beberapa lama
experimen menggunakan teknologi Digital Subscriber Line (DSL) pada kecepatan
> 128Kbps menggunakan kabel telepon milik Telkom. Teman-teman dari Corexindo
bahkan sekarang sudah mulai bereksperimen untuk menggunakan komunikasi cahaya
infra merah berkecepatan tinggi 10Mbps untuk menggantikan peralatan microwave
tsb. Dengan cara beramai-ramai menyewa satu saluran ini maka biaya komunikasi
jarak jauh dapat di tekan habis-habisan.





Konsep WARNET yang biasanya
dibatasi satu ruangan dengan beberapa komputer yang tersambung dalam LAN
sebetulnya juga mulai di pertanyakan. Beberapa teman telah mengembangkan konsep
yang lebih kompleks lagi misalnya menyambungkan sebuah Mall seperti Mall
Ambassador & Mall Ratu Plaza yang sebagian besar tenant-nya mulai di
sambungkan ke Internet. Jadi LAN yang digunakan tidak lagi terbatas pada satu
ruangan tapi sudah satu gedung yang mereka sambungkan. Dari gedung tsb.
biasanya menggunakan microwave 2Mbps atau untuk Mall Ratu Plaza rasanya
menggunakan komunikasi cahaya infra merah kecepatan 10Mbps. Tentunya kompleks
perkantoran terutama yang berupa gedung tinggi akan sangat di untungkan dengan
konsep-konsep Internet Kampus Network ini dan beroperasi 24 jam. Biaya yang di
tanggung para tenan ini dalam orde beberapa ratus ribu rupiah saja (sekitar Rp.
200-300.000 / bulan / tenan) untuk akses Internet 24 jam pada kecepatan akses
lokal 2-10Mbps.






Beberapa teknologi kontroversial
juga mulai di perkenalkan ke rekan-rekan terutama pengusaha WARNET untuk tidak
membatasi diri-nya ke ruangan WARNET-nya tapi juga bisa menyambungkan
tetangga-tetangga mereka untuk membentuk RT/RW-net. Beberapa teknologi bisa
digunakan untuk membangun RT/RW-net ini. Salah satu yang cukup kontroversial
adalah Home Phone Network (http://www.homepna.com)
yang memungkinkan sambungan antar rumah dalam jarak 1000 kaki (sekitar 330
meter) menggunakan kabel telepon biasa pada kecepatan 1 s/d 10Mbps peralatan
COMPEX yang rasanya mampu untuk kecepatan 10Mbps. Yang tidak kalah menarik
adalah internet melalui kabel listrik / PLN, kecepatan yang bisa di capai
biasanya sekitar 1 Mbps. Teknologi Internet kabel listrik ini cocok untuk
kompleks perumahan, kompleks perkantoran yang masih dalam satu gardu / trafo
PLN yang sama. Biasanya kabel PLN mempunyai tiga (3) fasa, untuk keperluan ini
maka perumahan yang bisa kita sambung hanya yang menggunakan fasa yang sama
saja.






Bagi WARNET / institusi yang
berada di daerah yang sulit di jangkau oleh Telkom – sebetulnya kita masih bisa
menggunakan teknologi radio paket kecepatan 1200-9600bps untuk pengiriman
e-mail / berita berupa text.






Bukan mustahil kita bisa melihat
banyak orang Indonesia berada di dunia maya dengan kemudahan & kemurahan
akses Internet ini.





Powered by ScribeFire.

Tidak ada komentar:

klik mau uang

WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com
dealdotcom

Relax Meditasi musik